Catatan Seorang HRD Manager…
Posted by fakhrum on April 12, 2007
Berikut adalah sharing informal dari seorang kolega. Semoga bermanfaat.
Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.
Bagaimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!
Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acak diantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara? Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu.
Akhirnya seorang rekan mencetuskan sebuah ide yang (menurut saya) agak “jahat”, yaitu cukup dengan melihat CV mereka saja. Intinya adalah CV yang tidak menarik dan tidak sedap dipandang mata, langsung kami buang ke tong sampah. Wow, kejam sekali!
Tapi itulah yang kami lakukan mulai saat itu dan seterusnya, hanya menilai buku dari sampulnya. Yah, mau bagaimana lagi, kami sudah tidak tahu cara yang lebih baik. Lagi pula cara ini terbukti efektif dan efisien. Kami berhasil mendapatkan orang-orang berkualitas selama bertahun-tahun menerapkannya.
Sepanjang karir saya selama memeriksa dokumen lamaran, hanya ada tiga dokumen lamaran yang benar-benar saya ingat. Yang lainnya memang bagus, tapi yang tiga inilah yang paling unik dan berbeda (sehingga masih saya ingat sampai sekarang).
Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.
Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx. Karena mengira itu dokumen penting, dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.
Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi. Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra untuk sebuah CV!
Kesimpulannya: Jangan takut untuk melawan arus. Lain kali anda menuliskan CV anda, buatlah yang berbeda dan unik. Jangan dengarkan suara dan ketakutan “orang yang biasa-biasa saja”. Jadilah berani untuk tampil beda, karena itulah yang akan memudahkan kami untuk mengingat anda dan menerima anda bekerja di perusahaan kami.
Sumber : Milis Cendekia
ridho hudayana said
salam, bagaimanakah proses coaching or mentoring yang dilakukan oleh perusahaan atau anda sebagai bagian dari HRD disini dalam bekerja maupun dalam kegiatan keagamaan? trims
wassalam
fakhrum said
wah, sebenarnya bukan saya yg berhak menjawab karena saya bukan HRDnya
Tapi kalau dari cerita2 yg saya dapat, biasanya lebih mudah jika sebuah perusahaan bekerjasama dengan lembaga pengembangan resource dan tenaga kerja, dalam hal ini lembaga tersebut mengadakan kegiatan yg sifatnya untuk lebih mengexplore dan meningkatkan kualitas, dan kemampuan manajerial tenaga kerja. Dalam kegiatan keagamaan, lebih baik jika digagaskan kegiatan rutin keagamaan, dan dibuat struktur yg jelas dalam pelaksanaan kegiatannya. Sedangkan dalam kinerja keseharian, dibutuhkan koordinasi yg kuat serta suasana persaingan yg positif untuk memicu kinerja optimal. Dan hal itu seharusnya bisa dibawa dan dikontrol langsung oleh atasan.
indra hadi said
dulu di kantor saya juga menggunakan sistem rekrutmen dengan menggunakan jasa pos.. tapi lama kelamaan bekerja sama dengan pihak ketiga seperti jobsdb dkk.. tapi memang semua mempunyai positif dan negatifnya..
btw.. mau tau kelanjutannya apakah mereka yang mengirimkan 3 CV itu akhirnya keterima kerja?
Arnaz said
maaf sebelumnya,apakah fungsi2 hrd diatas itu tugas seorang manajer?atau sebaiknya anda delegasikan ke level staf, karena menurut hemat saya fungsi2 diatas merupakan administrasi saja. Trims
fakhrum said
@indra hadi : hmmm, kalau kelanjutannya kurang tau juga
, paling tidak mereka2 itu sudah selangkah lebih maju dari pendaftar yg lain, dan mereka memiliki nilai2 lebih yg bisa dijadikan acuan penilaian karakteristik atau potensi kinerja kedepannya.
@arnaz : betul sekali, memang untuk urusan memilah-milah CV biasanya didelegasikan ke staf saja. Kalau dari cerita diatas, 3 CV yg ‘aneh’ tersebut merupakan CV yg bisa tembus sampai ke HRD manager itu sendiri.